JAKARTA- Banyak yang belum tahu 29 September ditetapkan sebagai Hari Sarjana Nasional, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, hampir 8 Persen dari total 7 juta lebih sarjana menganggur. Angka ini meningkat 1,13 % dari tahun 2017. Ini menjadi keprihatinan bagi semua kalangan tak terkecuali Anggota Komisi X DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), pengangguran dikalangan sarjana menjadi perhatian khusus bagi putra Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Ibas mengatakan Indonesia memerlukan sarjana yang mampu berdaya saing dan mudah beradaptasi dengan kondisi dan lingkungan.” Semakin banyak sarjana artinya semakin banyak rakyat Indonesia yang terdidik, kita harus bangga akan itu, akan tetapi yang menjadi ‘pekerjaan rumah’ bagi kita semua, untuk itu saya berharap sarjana kita memiliki daya saing tinggi dan mudah beradaptasi, bukan hanya cerdas akademis,” jelasnya Sabtu (29/09/2018).

Jiwa wirausaha juga mesti ditumbuhkan bagi sarjana di Indonesia, dengan sarjana yang menciptkan lapngan pekerjaan ketimbang melamar pekerjaan, maka secara otomatis pengangguran dikalangan lulusan sarjana. “Saya berharap kedepan, sarjana di Indonesia memiliki kompetensi diluar akademik, menciptakan lapangan pekerjaan ketimbang mencari pekerjaan, Indonesia masih butuh banyak pengusaha untuk menjadi negara maju,” kata Suami Aliya Rajasa ini.

Potensi menjadi pengusaha terbuka luas saat ini, sebab lanjut Ibas, Asing melihat Indonesia sebagai pasar potensial dengan daya beli yang tinggi.” Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk ke-4 terbesar di Dunia, ini menjadi lading potensial bagi para pelaku usaha, akan tetapi juga harus searah dengan pembangunan kualitas Sumber daya Manusianya,” ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Perguruan Tinggi juga harus mendukung kegiatan mahasiswa dengan memberikan ruang ekspresi bagi mahasiwa agar menciptakan lulusan yang memiliki jejaring dan kemampuan adaptasi tinggi.” Kampus sudah seharusnya mendukung mahasiswa berorganisasi, selama itu positif dalam membangun skill para mahasiswanya, agar lulusan kampus tersebut bukan hanya menyandang gelar sarjana, tetapi juga memiliki mentalitas yang kuat dan percaya diri,” pungkasnya.