JAKARTA-Sepuluh Tahun Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pasca krisis menjadi sorotan, SBY memimpin Indonesia yang belum stabil dan pulih dari krisis. Disitulah tantangan  sebagai pemimpin untuk membuat Indonesia kembali bangkit dari keterpurukannya. Hal ini diungkapkan SBY dalam perayaan HUT ke-17 Partai Demokrat di Jakarta Theater Jakarta Pusat Senin (27/9/2018).

Dalam Sepuluh tahun, ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata 6 persen. Kemudian pengangguran turun dari 9,9 persen  menjadi 5,7 persen. Kemiskinan juga turun dari 16,7 persen menjadi 10,96 persen, artinya kemiskinan turun sekitar 6 persen, atau setara dengan 8,6 juta orang yang keluar dari jerat kemiskinan.

Lingkungan hidup juga makin terjaga. Ini membuktikan bahwa Strategi empat Jalur yang diterapkan dapat dicapai. Artinya Partai Demokrat dapat memenuhi janjinya kpepada rakyat Indonesia. Pendapatan perkapita juga naik lebih dari 3 kali lipat dari Rp.10,55 Juta menjadi Rp. 36,5 Juta. Rasio utang Pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga menurun tajam dari 56,6% menjadi 25,6%, termasuk dapat di lunasinya utang International Monetary Found (IMF) lebih cepat dari jadwalnya.

Selama Sepuluh tahun SBY dan  Partai Demokrat juga membangun pertanian, perindustrian, energi, transportasi dan infrastruktur di seluruh tanah air. Listrik ditingkatkan secara signifikan dari 25.000 Mega Watt menjadi 50.000 Mega Watt atau naik 100 persen.

Infrastruktur fisik yang dibangun bukan hanya prasarana perhubungan, tetapi juga prasarana pendidikan, kesehatan, perumahan dan lain-lain. Bukan hanya di kota-kota besar tetapi juga di daerah pedesaan. Atas capaian tersebut, sejak tahun 2008, Indonesia menjadi anggota G-20 atau grup negara-negara dengan ekonomi terbesar dunia.

#PidatoPolitikSBYS14P